ceritanya imes

Tuesday, December 19, 2006

Lelah Psikis

Tadinya, saya sangat-sangat tidak percaya dengan yang namanya lelah psikis, tapi setelah kejadian hari Jumat kemaren saya benar-benar percaya dengan hal itu. Ternyata lelah psikis itu benar-benar ga enak bahkan lebih cape daripada lelah fisik dan saya sangat percaya bahwa cara terbaik untuk menyiksa seseorang adalah berikanlah tekanan psikis.

Kejadiannya mulai pada saat saya dan teman-teman di SNF sedang membungkus kado untuk anak-anak yang berulang tahun di bulan oktober, november, dan desember. Lagi dalam suasana damai dan sedang mengamati indahnya bungkusan kado yang kami hasilkan (karena biasanya ga rapih kalo ngebungkus kado) tiba-tiba Chris datang dan berlari-lari sambil teriak-teriak kalo salah satu murid kami ada yang tercebur ke danau. Tolong dungs.... danau UI tuch luas dan dalem banget yang ada saat itu tekanan psikis saya dimulai. Setelah itu penderitaan saya bertambah lago ketika menyadari kalau anak itu tidak hanya tercebur tetapi terantuk betonan di pinggiran danau dan dia tidak bisa bernafas dengan baik karena chest trauma.
Untungnya ada Matt di sana yang mau direpotin untuk nemenin dan nganterin saya membawa anak tersebut ke GKFM. Trus ternyata yang membuat saya sangat sebal adalah perawat di GKFM menolak untuk menangani murid SNF tersebut, sampai saya berteriak memanggil dokter barulah dia mau bergerak bahkan ketika disuruh oleh dokter untuk mengobati lukapun perawat tersebut menolak. Tekanan psikis trus bertambah ketika dokter menyatakan hands up dan merujuk ke rumah sakit yang ada di jalan raya bogor (tolong dungs..... itu ada di sisi lainnya depok benar-benar 180derajat dari kampus UI) untuk penanganan lebih lanjut. Ditambah Matt ada acara yang ga bisa ditinggal sehingga saya harus mencari orang lagi untuk mengantar saya untung saja Elmo bisa mengantar lanjutlah kami ke RS Bunda Margonda untuk penanganan lebih lanjut yang ternyata harus di-rontgen. Tuhan ku untungnya baik, disana kami ketemu Manajer Kemahasiswaan yang membantu mengurus semuanya. Untungnya lagi, anak itu ga kenapa-kenapa jadi kita boleh langsung pulang. Dan yang lebih menguntungkan lagi orangtua anak itu ga marah malah baik sekali sama saya dan Elmo. Terima Kasih Tuhan, walaupun capeknya ga hilang dalam dua hari.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home